Monday, February 18, 2013

Berhak Bahagia



"Setiap manusia memiliki hak yang sama untuk BAHAGIA"
Entah sudah berapa kali aku men-tweet kalimat tersebut. Dan entah sudah berapa orang yang me-ReTweet-nya.
Tapi satu hal yang pasti: kalimat tersebut benar.
Manusia seringkali melupakan haknya untuk bahagia. Padahal bahagia adalah hak asasi tiap manusia. Setiap orang berhak memilih jalan menuju bahagia.
Yang patut diingat adalah bahwa jalan tiap orang menuju bahagia juga berbeda2.
Ada sebagian manusia yang menemukan kebahagiaan dengan bermain-main. Dengan perasaannya sendiri, maupun dengan perasaan orang lain. Mereka merasa bahagia.
Tetapi, BENARKAH mereka bahagia?
Ada sebagian manusia yang mengira dirinya bahagia, dipermainkan oleh perasaannya sendiri. Atau oleh orang lain. Mereka merasa hal tersebut CUKUP membuat mereka merasa bahagia.
Sekali lagi, BENARKAH mereka bahagia?
Sesungguhnya, banyak pilihan tersedia menuju bahagia. Bukan hanya yang sifatnya semu dan sementara.
Ketika seseorang menyakitimu, kau bisa memilih untuk mengacuhkannya dan menganggapnya tidak ada. Atau pergi darinya.
Orang yang menyakiti kita TIDAK PERNAH BISA membuat kita bahagia. Percuma membuang waktu dengan memikirkannya.
Lanjutkanlah hidup.
Ini yang ku maksud dengan memilih untuk bahagia.
Aku tidak pernah mengerti mengapa manusia menangisi orang yang membuat sakit hatinya. Apa itu berguna? Bukankah hal itu akan semakin menyakitinya?
Sedangkan ia, berhak untuk bahagia..
Atau ketika seseorang menangisi masa lalunya yang kelam. Untuk apa? Bukankah ia punya pilihan untuk melanjutkan hidup dengan BAHAGIA?
Seberapapun inginnya kita mengubah masa lalu yang kelam, kita tidak akan pernah bisa.
Masa lalu yang menyakitkan ada untuk mendewasakan kita dan memberi kosakata pada pengalaman hidup.
Selebihnya, ia hanyalah ibarat seonggok abu hasil pembakaran.
Akan menjadi berbeda pada beberapa kasus tertentu.
Misalnya, pada kasusKU.
Memiliki sebuah kisah yang membuatku bahagia, bersama seseorang yang SANGAT BAIK. Itu membuatku bahagia. TERAMAT SANGAT.
Ketika seseorang itu pergi dari hidupku, bukan karena dia INGIN, tetapi karena dia HARUS. Itu memang sebuah kenyataan yang pahit. Dan menyakitkan, memang.
Tetapi tolong digaris bawahi, aku sakit karena dia TAK ADA, bukan saat dia ADA.
Intinya: dia TI DAK PERNAH menyakitiku.
Dan ketika seseorang berkata bahwa aku harus melupakan masa lalu agar bahagia. Aku bisa bilang : KAU SALAH!!!!
Ini yang harus diingat oleh semua manusia di muka bumi ini yang pernah dengan sotoy memberi saran padaku (TANPA KUMINTA) agar aku melupakan masa lalu :
Beranjak pergi (moving on) dari sesuatu yang MEMBAHAGIAKAN di masa lalu bukanlah hal yang MUDAH.
Saat kau belum sepenuhnya pulih dari masa lalu yang membahagiakan, sesungguhnya kau menjadi pribadi yang sangat rapuh.
Saat kau masih terlalu rapuh bahkan untuk berdiri lalu seseorang mendorongmu untuk berlari, apa yang terjadi?
Ya! Kau terjatuh.
Dan apa akibatnya? SAKIT!!!
Itulah yang terjadi saat seseorang yang belum bisa move on dari sesuatu yang (NYATA) baiknya, hanya untuk membuatnya kembali terjebak oleh sebuah permainan yang ternyata menyakitkan!
Ia GAGAL untuk menjadi bahagia.
Padahal setiap orang berhak untuk bahagia.
Pelajaran: jangan paksa seseorang untuk cepat beranjak dari satu fase ke fase lainnya dengan terlalu cepat.
Terutama jika orangnya adalah aku. Khusushon.
Ingatlah, selalu ada pilihan dalam hidup. Selalu ada masa lalu dan masa depan.
Pilihlah yang mana yang paling membuatmu BAHAGIA. Jangan terburu2. Hati hanya ada satu, rawatlah sebaik2nya.
Karena, setiap manusia berhak untuk bahagia :)

No comments:

Post a Comment