Monday, February 18, 2013

Pendulum Statis


Kau tau apa hal yang paling menyakitkan di dunia ini? Yaitu saat kau sudah menemukan seseorang yang sangat berarti lalu pada saat yang bersamaan, kau harus kehilangannya.
Semua perpisahan memang sangat menyakitkan, namun perpisahan yg paling menyakitkan adalah saat harus berpisah dan tanpa mengucapkan kata perpisahan. 
Atau saat kau tau kau harus berpisah dengan seseorang, namun mengucapkan selamat tinggal sangatlah menyakitkan sehingga kau tak kunjung juga mengucapkannya sampai tiba saatnya harus berpisah dengannya dan semua sudah terlambat.. Dia sudah tidak disisimu lagi padahal kau belum mengucapkan kata perpisahan, atau hanya sekedar melihatnya untuk yang terakhir kali.
itu semua, percayalah, akan menghancurkanmu. Dan hatimu.
Setelahnya kau mungkin akan hidup, tapi kau tidak tampak hidup. Kau akan bernapas, tapi tidak dengan cara yang sama. Kau akan menjalani hari demi hari dimana tiada satu haripun yang terlewat tanpa berpikir bahwa mungkin kau tidak berpisah dengannya, mungkin suatu saat kalian akan bertemu kembali, bahwa mungkin dia tidak benar2 meninggalkanmu, bahwa ini semua bukan perpisahan.
Lalu hidup menjadi seperti sebuah pendulum statis.
Hidup, ibaratnya seperti sebuah pendulum. Dia terus bergerak secara dinamis dan tidak berhenti pada suatu titik tertentu hanya karena suatu hal. Orang bilang 'life goes on', dan memang seharusnya seperti itu. Apapun yang terjadi, itu adalah suatu fase dalam perjalanan hidup. Hidup kita berjalan dari suatu fase ke fase selanjutnya. Jika ada kalanya pendulum berhenti bergerak, perubahan lingkungan akan memberinya aksi dan ia akan kembali bergerak. Begitulah seharusnya.
Namun, ketika seseorang yang berarti dalam hidupmu pergi dan kau tidak siap dengan perpisahan itu, hidupmu seolah berhenti. Pendulum itu tak lagi bergerak. Dia diam dan tak bisa digerakkan. Aksi lingkungan sekitarnya tak mampu merubah keadaan statis pendulum tersebut.
Lalu hal terburuk pun terjadi.. 
Alam bawah sadarmu akan selalu menuntunmu pada semua yang terjadi di masa lalu.. Semuanya menjadi semakin nyata hingga menjadi benar2 sulit untuk meninggalkannya dan melangkah maju. 
Saat itulah yang kau lakukan hanyalah menunggu. Dan terus menunggu.
Lalu pertanyaannya, sampai kapan kau akan menunggu? Satu hari, satu bulan, satu tahun?
Tahukah wahai sobat, bahwa menunggu tidaklah menjadi hal yang sebegitu menyakitkan seperti sebelumnya saat kau menunggu seseorang yang sangat layak untuk di tunggu... Bahkan kau pun menjadi sangat menikmati masa penantian itu.. Entah mengapa
Diantara semua penantianmu, kau tau bahwa mungkin saja dia tak pernah memikirkanmu walau satu detak jantungpun.. Tapi kau tetap menunggu dan berharap bahwa suatu hari mungkin keajaiban akan ada dan menuntunnya kepadamu. Menuntun jalan hatinya menuju jejak demi jejak waktu yang kau tinggalkan di sepanjang penantianmu.
Dan kau berharap semoga penantian itu tidak sia sia. ☹

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tulisan ini terinspirasi dari sebuah lagi yang dibawakan oleh The Script, judulnya The Man Who Can't Be Moved" dan sebagian lagi merupakan pengalaman pribadi penulis.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

(18 Maret 2011)

No comments:

Post a Comment